Tugas Etika Bisnis 2

Menurut kamus, istilah etika memiliki beragam makna berbeda. Salah satu maknanya
adalah “prinsip tingkah laku yang mengatur individu dan kelompok”. Makna kedua menurut kamus – lebih penting – etika adalah “kajian moralitas”. Tapi meskipun etika berkaitan dengan moralitas, namun tidak sama persis dengan moralitas. Etika adalah semacam penelaahan, baik aktivitas penelaahan maupun hasil penelaahan itu sendiri,sedangkan moralitas merupakan subjek.

1. Moralitas

Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan jahat. Pedoman moral mencakup norma-norma yang kita miliki mengenai jenis-jenis tindakan yang kita yakini benar atau salah secara moral, dan nilai-nilai yang kita terapkan pada objek-objek yang kita yakini secara moral baik atau secara moral buruk. Norma moral seperti “selalu katakan kebenaran”, “membunuh orang tak berdosa itu salah”. Nilai-nilai moral biasanya diekspresikan sebagai pernyataan yang mendeskripsikan objek-objek atau ciri-ciri objek yang bernilai, semacam “kejujuran itu baik” dan “ketidakadilan itu buruk”. Standar moral pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga, teman, pengaruh kemasyarakatan seperti gereja, sekolah, televisi, majalah, music dan perkumpulan.

Hakekat standar moral :

1. Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.
2. Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif
tertentu.
3. Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya)
kepentingan diri.
4. Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.
5. Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.
Standar moral, dengan demikian, merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas, melampaui kepentingan diri, didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak, dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu.

2. Etika

Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Ia mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam
kehidupan kita dan apakah standar itu masuk akal atau tidak masuk akal – standar, yaitu
apakah didukung dengan penalaran yang bagus atau jelek. Etika merupakan penelaahan standar moral, proses pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan konkrit. Tujuan akhir standar moral adalah mengembangkan bangunan standar moral yang kita rasa masuk akal untuk dianut.
Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar benar dan salah, dan moral yang baik dan jahat.

3. Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.

Adanya etika bisnis yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan ternyata membawa perbedaan yang dapat menjadikan hal tersebut sebagai ciri khas dari suatu negara. Hal ini disebabkankarena adanya perbedaan kebudayaan dan bagaimana cara dari masing-masing individu untuk beretika. Beriku ciri-ciri yang membedakan masing-masing negara :

1. Inggris

Orang Inggris sangat dikenal menghormati etika dan berharap orang lain melakukan hal yang sama. Oleh karena itu bila Anda ingin melakukan kerja sama bisnis dengan mereka, lakukanlah dengan penuh hati-hati dan penuh keramahtamahan yang sesuai dengan etika di negara mereka. Seperti juga Asia, masyarakat Inggris sangat menghormati orang-orang yang lebih tua dan sangat memperhatikan pakaian. Jadi gunakanlah pakaian yang agak konservatif dengan warna yang tidak terlalu terang, seperti biru tua, hitam atau abu-abu.

Mengantrelah dengan tertib :

1. Perhatikan kata-kata yang Anda gunakan. Perlu diperhatikan, begitu banyak kata-kata yang bisa digunakan dan memiliki arti sama dalam bahasa Inggris. Meski begitu bahasa Inggris yang digunakan di Inggris dan Amerika memiliki banyak perbedaan. Ada dua hal yang bisa Anda lakukan: (1) Bila di saat perbincangan Anda menemukan kata yang jarang dipakai atau pembicaraan yang tak Anda mengerti, jangan ragu untuk meminta maaf dan menanyakan maksudnya pada mereka. (2) Jangan lupa mencari kamus bahasa Inggris tentang istilah atau idiom yang umum digunakan.

2. Jangan lupa membuat janji dan kesepakatan sebelum pertemuan diadakan. Ingat orang Inggris sangat terorganisasi dan memperhatikan agenda kerja mereka.

3. Jangan bingung dengan kondisi geografi negara tersebut. Perlu Anda ketahui, Inggris, Skotlandia dan Wales adalah wilayah yang berbeda. Ketiganya hanya disatukan dengan satu pemerintahan yang disebut Great Britain. Tapi ketika berbicara tentang Irlandia Utara, maka sebutannya menjadi United Kingdom.

4. Hindari membicarakan berbagai topik yang sifatnya sensitif, seperti permasalahan yang terjadi di kerajaan, konflik di Irlandia Utara atau berbagai hal yang sifatnya pribadi.

5. Jangan lupa mengantre dengan tertib. Seperti juga Singapura, bangsa Inggris sangat patuh terhadap peraturan. Ikutilah semua peraturan yang berlaku, bila Anda ingin dihormati selama di sana.

6. Jangan bersikap terlalu berlebihan, bersuara keras, bersikap kurang sopan atau kurang pantas lainnya.

2. Jerman

Perilaku dan etika merupakan hal paling utama bila Anda ingin melakukan bisnis dengan pebisnis Jerman. Mereka pada umumnya tidak tertarik dengan hadiah atau iming-iming keuntungan yang banyak. Yang mereka utamakan adalah bisnis yang bersih dan sesuai dengan aturan. Perusahaan-perusahaan di Jerman sangat bangga dengan efisiensi dan kemampuan mereka yang bisa dipercaya.

Jangan sepelekan disiplin

1. Bersikaplah tepat waktu. Hal ini sifatnya sangat penting dan sangat diharapkan oleh mereka.

2. Jabat tangan adalah salam resmi yang mereka lakukan, dengan genggaman yang mantap dengan satu satu dua kali ayunan. Mintalah kartu nama mereka setelah bersalaman dan perhatikan jabatannya. Bila mereka memiliki gelar seperti profesor atau doktor, sebutlah gelar itu sebelum nama mereka. Kecuali bila mereka meminta Anda mengabaikan gelar itu.

3. Berpakaianlah yang rapi, konservatif dan sesuai acara. Pakaian atau sepatu yang kurang sesuai dengan acara akan menimbulkan kesan yang salah dari tuan rumah.

4. Pertemuan bisnis disertai acara makan bukanlah hal yang biasa di Jerman. Jadi bila Anda mendapat undangan makan di rumah rekanan Anda yang biasanya jarang terjadi jangan lupa membawa bunga, wine, atau hadiah lainnya yang elegan.

5. Hindari ucapan yang berlebihan. Jangan memuji atau mengatakan sesuatu secara berlebihan. Bagi orang Jerman hidup tidak selalu “menyenangkan” dan tidak ada produk yang “terbaik” di dunia. Sehingga kata-kata hiperbola akan mereka anggap tidak bisa dipercaya.

6. Tidak perlu memberi cindera mata pada mereka, kecuali Anda mendapat undangan makan atau bertandang ke rumahnya.

7. Bahasa Jerman adalah bahasa yang termasuk banyak digunakan di Eropa. Tapi di negara itu sendiri setiap daerah punya dialek sendiri-sendiri. Hindari pernyataan yang mengatakan bahasa di daerah tertentu lebih mudah dimengerti dari yang lain, karena itu bisa menyinggung perasaan mereka.

8. Jaga percakapan Anda. Orang Jerman biasanya enggan membicarakan pekerjaan di waktu santai atau saat makan. Ini merupakan tantangan bagi Anda untuk tetap menjaga komunikasi dengan mencari topik lain selain masalah pekerjaan.

9. Pria Jerman umumnya akan mendahului masuk ke sebuah ruangan sebelum perempuan, terutama di tempat-tempat umum seperti di restoran dan lainnya. Ini adalah tradisi lama mereka, karena pria harus memastikan terlebih dahulu apakah ruangan tersebut aman atau tidak.

10. Berbisik-bisik dengan orang lain saat rapat adalah hal yang biasa di Jerman. Bisa jadi mereka berbisik-bisik karena percakapan itu sifatnya rahasia dan tidak bisa diutarakan pada semua yang hadir di rapat.

11. Mengunyah permen karet, membungkukkan badan dan menaikkan kaki ke atas meja merupakan perilaku tidak sopan bagi mereka. Hindari menyatakan “OK” dengan mengacungkan ibu jari, karena mereka menganggap hal itu tindakan yang sangat kasar.

12. Ketika menjawab telepon, selain mengucapkan “Hello”, jangan lupa menyebutkan pula nama Anda.

3. Italia

Negara ini adalah negara dengan tingkat perekonomian terbesar ke-12 di Eropa. Hampir keseluruhan bisnis di negara tersebut dikuasai oleh laki-laki. Jumlah perempuan yang bekerja di sektor publik bahkan tak mencapai 36%, itu pun sangat jarang yang mampu menjabat di berbagai posisi penting maupun pembuat keputusan. Sedangkan para perempuan lainnya, lebih banyak terfokus di sektor domestik sebagai ibu rumah tangga.

1. Masyarakat Italia sangat menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan pertemanan, sehingga berpengaruh dengan kebiasaan mereka di kantor. Mengucap salam dengan cara berpelukan, mencium pipi, memberi hadiah atau mengundang makan di rumah adalah salah satu tradisi mereka sebagai tanda penerimaan.

2. Orang-orang Italia sangat dikenal dengan sikap demonstratifnya, percakapan selalu dilakukan secara meledak-ledak dengan bahasa yang berbunga-bunga dan ungkapan yang diindah-indahkan.

3. Di dunia bisnis, orang Italia sangat tangguh, santai, berpakaian modis dan profesional di bidangnya.

4. Orang-orang Italia sudah banyak yang mahir menggunakan bahasa Inggris, terutama pada mereka yang terpelajar. Meski begitu, cobalah meminta bantuan penerjemah untuk menghindari kesalahpahaman.

5. Ulurkan tangan Anda terlebih dulu saat bertemu dengan rekanan Anda yang orang Italia. Jangan takut untuk mengayunkan dan menjabat tangan dalam waktu yang lama.

6. Jangan lupa menggunakan nama belakang sebagai nama panggilan, tapi akan lebih baik lagi bila ditambah dengan sebutan Signor (Tuan) atau Signora (Nyonya) di awalnya.

4. Perancis

Hampir sebagian besar perempuan Perancis bekerja di luar rumah, tapi tak banyak yang bisa mencapai posisi tinggi. Pada dasarnya pria Perancis-terutama generasi tua-mempunyai pandangan negatif mengenai perempuan yang bekerja di luar rumah. Meski begitu, bangsa Perancis tetap menerima dengan tangan terbuka para perempuan pebisnis yang mereka ajak kerja sama, terutama mereka yang berasal dari Amerika dan Eropa.

Jangan terlalu sering tersenyum

1. Hindari memanggil mereka dengan nama pertama tanpa embel-embel Monsiuer (Tuan), Madame (Nyonya) atau Mademoiselle (Nona). Jika Anda bisa berbahasa Perancis, selalu gunakan kata ganti kedua formal (Vous atau Anda) kecuali bila Anda sudah sangat akrab dengan rekan bisnis Anda tersebut.

2. Saat disuguhi minuman, tunggulah hingga gelas semua orang telah terisi sebelum meminumnya. Perhatikan apakah tuan rumah akan menawarkan para tamunya untuk bersulang, ucapkan Sante (baca: shan-tay) yang berarti sehat selalu. Setelah itu Anda boleh minum.

3. Selalu ingat urutan garpu dan sendok yang harus Anda gunakan, dari makanan pembuka hingga penutup, semua sesuai dengan table manner.

4. Pertimbangkan sebelum Anda melakukan salam dengan mencium pipi, karena salam ini hanya digunakan pada orang-orang yang sudah mengenal Anda dengan baik. Ketika Anda berjabat tangan dengan seorang pria Perancis dan ia menyondongkan badannya ke depan, bersiaplah untuk mendapatkan ciuman di pipi. Bila ia mencium ke dua pipi Anda, itu artinya Anda telah diterima baik oleh mereka.

5. Bersiaplah berjabat tangan dengan banyak orang. Para pebisnis asal Perancis akan banyak menjabat tangan Anda, karena jabat tangan adalah ungkapan salam atau selamat. Umumnya mereka akan melakukannya di setiap pertemuan.

6. Jangan terlalu banyak memuji secara berlebihan, karena orang Perancis tidak terlalu suka mendapatkan pujian. Mereka sebenarnya lebih suka mendapatkan kritik. Jadi bila Anda mendapatkannya jangan diambil hati karena begitulah kebiasaan mereka.

7. Jangan lupa untuk menyapa setiap orang yang hadir saat memasuki ruangan. Sapalah dengan bonjour (selamat pagi) sebelum menyapa mereka.

8. Jangan terlalu banyak tersenyum, karena orang Perancis sangat jarang tersenyum. Umumnya mereka tersenyum bila memang mereka punya alasan untuk itu.

9. Orang Perancis menganggap rayuan sebagai suatu hal yang biasa, sehingga bila Anda dirayu berusahalah menguatkan hati dengan tidak melayani rayuan mereka. Bila tidak, Anda akan mendapat masalah yang bisa mengakibatkan bisnis Anda mengalami kegagalan.

10. Tetaplah berpegang pada sikap sopan dan ramah. Walaupun orang Perancis umumnya kurang ramah, namun pemerintah mereka sudah berusaha mengimbau agar masyarakatnya bisa bersikap sedikit ramah kepada para pendatang.

5. AUSTRALIA, KANADA DAN AMERIKA

Pada umumnya Australia memiliki etika bisnis yang hampir sama dengan Amerika dan Kanada yang lebih terbuka di setiap negara. Namun saat Anda datang ke Australia maupun Kanada, ada baiknya mempersiapkan diri dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa Inggris Amerika. Selain itu, orang Australia dan kanada tidak terlalu suka dengan berbagai ungkapan berlebihan, seperti “yang terbaik”, “terhebat” atau “yang besar” yang mungkin agak bermasalah bagi orang Amerika yang terbiasa dengan ungkapan-ungkapan seperti itu. (Rahmi/ Do’s and Taboo’s Around the World)

About kiki.febrian

manusia biasa yang simple dan apa adanya

Posted on November 2, 2011, in etika bisnis. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: